WS Rendra, penyair dan budayawan besar, meninggal dunia dalam usia 74 tahun. Dia mengembuskan napas terakhir, setelah dirawat di beberapa rumah sakit akibat sakit jantung. Dia meninggal dua hari setelah jenazah penyanyi nyentrik Mbah Surip dimakamkan.
Jumat (7/8/2009) usai shalat Jumat, jenazah Rendra yang populer dengan sebutan ''Si Burung Merak'' itu disemayamkan di dekat makam Mbah Surip. Keduanya dimakamkan di pemakaman dekat Bengkel Teater milik Rendra di Depok, selatan Kota Jakarta. Rendra memang pendiri Bengkel Teater yang telah menghasilkan banyak karya besar bagi bangsa ini.
Saya sangat mengagumi WS Rendra sejak masih duduk di bangku kuliah. Kekaguman saya, karena sajak-sajaknya yang sangat kritis dalam memandang permasalahan dalam masyarakat, baik yang menyangkut politik, ekonomi, maupun kebudayaan.
Walaupun ketika itu saya belum pernah bertemu langsung dengan Rendra. Saya bisa bertemu langsung dengan Rendra setelah beberapa tahun kemudian bekerja sebagai jurnalis di sebuah media besar di Semarang. Dia hadir dalam suatu diskusi di kantor tempat saya bekerja. Lain kali dia hadir untuk silaturahim. Saya dan beberapa teman sempat berbincang-bincang panjang dengan beliau.
Kekaguman kedua saya, Rendra tadinya bukan pemeluk agama Islam. Tetapi, kemudian memeluk agama Islam. Bahkan, dia aktif berdakwah dalam gaya sastrawan dan penyair bersama dai kondang H Zainuddin MZ, sewaktu Zainuddin belum terjun ke politik. Ya, pada tahun 1990-an.
Saya sangat senang sekali atas aktivitas spiritual dia. Sebagai tokoh nasional yang berpengaruh, tentu aktivitas dalam dakwah dia sangat bergema. Meskipun gaya dakwahnya tidak seperti kiai, dai, atau ustad semacam Zainuddin, MH Ainun Nadjib, ataupun Ustad Jefry Bukhori. Sering juga pandangan-pandangannya memberikan pencerahan kepada masyarakat luas.
Ketika saya menunaikan rukun Islam kelima pada tahuan 1991, Rendra juga dikabarkan naik haji dalam waktu yang sama. Tetapi, saya tak sempat menemui beliau karena dia berangkat kloter belakangan, sedangkan saya termasuk jamaah kloter sangat awal.
Dengan kepergian Rendra untuk selama-lamanya, tentu bangsa Indonesia merasa kehilangan dan patut berduka. Tetapi, itulah perjalanan hidup seorang manusia. Siapa pun orangnya, pada saatnya akan kembali ke Sang Pencipta.
Selamat jalan Si Burung Merak. Semoga Tuhan ridha atas segala aktivitas sosial dan spiritual Anda. Amin.
* Anda Akan Dipandu untuk Menghasilkan 100 Dolar Per Hari
Ada Petunjuk Cara Mendaftar di AsianBrain
06 Agustus, 2009
WS Rendra yang Saya Kagumi
Label: ketokohan Rendra, WS Rendra meninggal dunia
Diposkan oleh Sudarto di 01:13
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)








0 komentar:
Poskan Komentar